11/02/2012

Menapaki Tangga Tertinggi Gunung Semeru 3676 mdpl

Assalamualikum.

Tampak Gunung Batok, Bromo dan Semeru
Alhamdulillah, penuh puji syukur terhadap Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk tadabur alam. yaitu merasakan dan mempelajari kekuasaan Allah di alam. saya berkesempatan untuk berpetualang di gunung semeru, pasti sudah pada tahu, gunung tertinggi di pulau jawa yang memiliki puncak bernama mahameru. sebenarnya rencana ini telah lama bahkan lebih dari 2 tahun lalu. dengan kawan - kawan ketika masih menjadi mahasiswa di ITS, baru tersampaikan 21 oktober kemarin. terimakasih banyak terhadap beberapa blog, literatur terutama teman saya yang terlebih dahulu telah mencapai puncak tahun 2011 lalu.  bagi temen-temen blogger yang menginginkan literatur lengkap mengenai catatan perjalanan dengan menampilkan foto pada tiap napak tilasnya. dapat melihat blog kawan saya
  1. menyapa kepulan kawah semeru1
  2. menyapa kepulan kawah semeru 2  


memang keberangkatan saya ke semeru mungkin di bilang mendadak, walau tidak nekat, karena kesiapan mental dan fisik serta bayangan jalur pendakian yang akan di lalui sudah terukir kuat. tinggal kesempatan saja yang belum datang. ajakan kawan saya sekitar hari rabu via chat FB, yang kebetulan juga sedang online, dan direncakan berangkat hari jumat malam dengan niat minggu sudah sampai surabaya kembali. saya fikir, cuma sekedar refresh dari rutinitas. 

tim kami berjumlah 4 orang yang menurut saya efisien, efisien dalam pembagian pekerjaan, pembagian tugas serta pembagian beban yang akan kami bawa dengan tas carier selama pendakian. siapa saja mereka : 
  1. mbak zaenab biasa kita panggil mbak je, 1 tahun di atas kami, beliau termasuk paling tua dari kelompok kami. memiliki azzam sebelum menikah, ada keinginan kuat untuk naik gunung, walau sebenarnya bukan semeru. aktris kita ini memiliki watak sedikit mudah menyerah, dan ceroboh :D serta mudah panik jika terjadi hal yang tidak wajar. memiliki pengalaman naik penanggungan atau panderman ya? lupa yang pasti dia tidak pernah membayangkan tingginya hingga 3667 mdpl (diatas permukaan laut) karena penanggungan hanya sekitar 1600 m. spesialisasinya memasak dan ahli per gizi an
  2. junaedi kurniawan biasa dipanggil juned, sang pemimpin kami, walau hanya mendaki gunung, tetap perlu seorang pemimpin yang selalu memotivasi kawan-kawanya. memiliki semangat yang tinggi ke semeru sebelum berhasil menyelesaikan sidang Tugas akhirnya. perlu refrensi dari kakak senior mbak je untuk pengerjaanya. sehingga mencapai kesepakatan simbiosis mutualisme diantara keduanya. " naik semeru ". memiliki watak yang sabar dan menyemangati mbak je yang sudah terlihat kepayahan dengan slogan yang selalu di berikan kepada team kelompok " titik engkas nyampe" (sedikit lagi sampai), "sak menggokan tok wes tekan" (satu belokan lagi sudah sampai), "walike bukit iki tok wes tekan" (di balik bukit ini saja, sudah sampai). selain itu tugasnya adalah menentukan kapan waktu istirahat dan pembagian minum setelah berjalan berjam-jam. karena jika tidak di atur sedemikian, kemungkinan akan habis selama perjalanan oleh mbak je :D juned adalah pembawa 2 tenda dalam tas nya. memiliki banyak pengalaman naik gunung.
  3. Wismu Alga anak jakarta yang terdampar cari ilmu di surabaya adalah bagian dari tim solid kami. dengan spesialisasi sebagai landscape photographer. benar-benar ide yang brilian untuk membawanya dalam misi kami. dengan rela saya akan membawa beban logistik kelompok yang seharusnya di titipkan ke wismu asalkan banyak foto yang berhasil dia jepret selama perjalanan he he, dengan tas carier di belakang yang isinya berbagai macam kebutuhan "gantengnya" seperti axe, bellagio, pembersih muka, sabun cair, shampoo. pertama saya ikut merapikan barangnya agar muat di taruh di carier, sempat tepok jidat dalam hati. tas bagian depan berisi camera dslr taklupa tripod pun siap untuk diajak muncak. memiliki pengalaman naik puncak gunung bromo :D
  4. saya sendiri. sebagai seorang sweaper,  dengan tanjakan, turunan, datar selalu di posisi paling belakang, memastikan tidak ada barang yang tertinggal seperti tripod, carier atau camera, semoga barang "ganteng" itu tertinggal. he he. dengan membawa logistik air minum serta kebutuhan makanan, alhamdulillah tas yang katanya cuma 45 liter dapat masuk semua di tambah 2 jas hujan. berat. pengalaman mendaki gunung udah beberapa tahun lalu, dan alhamdulillah tidak lupa.

Jumat, 21.00 WIB LabKom ITS

Karena malam yang direncanakan berangkat langsung naik motor dari surabaya menuju tumpang itu akhirnya harus di undur jam 03.00 dini hari sabtu. karena adanya ketidak siapan beberapa barang.memang sering terjadi, ketika perencanaan sudah di buat, selalu ada yang kurang. ini salah satu asyiknya :D

Sabtu, 03.00 


Mulai perjalanan ke Malang dengan naik motor, dengan beberapa insiden seperti kunci motor mbak je hilang. perjalanan kami lalui cukup cepat serta mulai beradaptasi dinginya kota malang, sesampai di terminal tumpang pukul 05.00 pagi, dan bersiap untuk membeli sayur mayur di pasar sekitar. dan segera menuju ke kenalan truk sayur oleh juned. setelah sampai di tempat belaiu, sayangnya truk tersebut baru berangkat pukul 11.00. akhirnya kami dicarikan tumpangan truk ke pos 1 Ranupane. setelah beberapa saat. kami mendapatkan angkutan truk pupuk. pupuk kandang hasil buangan itik membuat bau tas carier kami. dan perlengkapan "ganteng" wismu sangat berguna sekali di momen ini. kebayang naik gunung tas nya bau parfum axe. hehe

Suasana keramaian di tumpang pada pagi hari

untuk kawan-kawan yang ingin naik semeru,biasanya ada jadwal truk sayur berangkat yaitu pagi pukul 04.00-05.00 dan pulang pukul 11.00,harga 30rb perkepala berangkat kosong dan pulang penuh isi sayur jadi bisa di siapkan. karena kami kesiangan truk pupuk alternatif lainya brangkat pukul 6 pulang pukul 1 dengan membawa sayur juga tapi tipe palawija.alternatif lain adalah sewa jeep >50rb perkepala

 08.00 

setelah tiba di ranupane kami persiapkan dokumen kami kepada pos penjaga. sedikit yang baru saya tahu kalau, taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) memberi ijin membuka tenda atau bermalam hanya sampai di kali mati (pos 3) selanjutnya mereka tidak bertanggung jawab jika sampai puncak mahameru. sehingga jika ada pendaki hilang, tersesat setelah pos istirahat kalimati, mereka secara hukum tidak dapat di persalahkan, dengan surat pernyataan bermaterai, yang kami tanda tangani, hal lain yang mejadi penting, adalah me list daftar apa saja yang kami bawa selama perjalanan dan setelah kembali, jumlah sampah harus sama dengan list apa yang kami berikan. jangan sampai kita di suruh balik kembali. hal ini membuat saya lebih berhati-hati dalam perjalanan.  selanjutnya kita bersiap untuk perjalanan ini :)

sekilas permulaan pendakian tidak terlalu menanjak dengan di sisi kanan kiri pemandangan persawahan dan sesekali menemui rumah warga. entah rumah warga atau gudang untuk tanaman persawahan. perjalanan ini menempuh kurang lebih 6 km perjalanan, kalau tidak salah jalurnya lombeng dowo-jambangan-waturejeng. 




Ranu pane(Regulo). Berurutan dari kiri ke kanan : Juned, mbak je, saya, wismu
perjalanan dari ranu Pane ke pos 1 sekitar 1,5 jam. dikatakan pos karena sebagai tempat istirahat sejenak bagi para pendaki dari ranu pane ke ranu kumbolo ada sekitar 4 pos hingga ranukumbolo, dan sampai tulisan ini di buat pos 3 masih ambruk dengan tanah akibat longsor beberapa waktu lalu.pos 1 ke pos 2 sekitar 45 menit jarak yang cukup pendek bagi para pendaki. beberapa vegetasi yang saya kenal adalah buah ciplukan. terdapat di sekitar kanan kiri jalur pendakian. ciplukan nama yang biasa kami sebut, bergantung di berbagai daerah.. dulu waktu di sekola SMA banyak tumbuh di sekitar sekolah, tumbuhan ini paling sering saya makan karena menghemat uang jajan :p dengan buahnya berbentuk bulat kelereng di tutup selaput. kalau selaputnya itu sampai kuning, maka rasanya manis. ada keterangan dari blog lain seperti berikut

Cecendet banyak tumbuh di sawah/ladang atau lereng2 tebing atau ditempat terbuka karena membutuhkan sinar matahari yang cukup. tumbuhan ini dapat kita makan dari buahnya… buahnya yang tertutup kulit seperti daun dan berbentuk bulat sebesar kelereng. kalau warna dari buahnya sedikit ke kuningan rasanya lumayan manis. tanaman ini juga ternyata bisa dijadikan obat2an terutama paru2 basah, sakit perut dan lain-lain. [ update : Sept 2012 ]


contoh ciplukan. sumber jablodeng.wordpress.com
pos 2 ke pos 3 melewati watu rejeng, yang dari cerita beberapa kawan pernah dan sering terjadi keanehan di sekitar watu rejeng, bagi saya bukan masalah, dan malah seru :D , karena karakteristik watu rejeng ini treknya paling panjang dari pos 1 sampe 4, agak naik dan lewat tebing yang seperti kanopi di perjalanan, kemungkinan waktu panjang dan tidak ada istirahat menyebabkan kelelahan. perjalanan sekitar 3 jam. di kiri ada jurang dan disebrang ada tebing tinggi (waturejeng atau batu jajar), sebelah kanan tanaman khas lembah gunung dengan dinding curam dan beberapa kali sesaji dari warga terlihat di beberapa tempat tersebut.

Jembatan kayu antara pos 3 dan pos 4 sudah mulai rusak


Perjalanan dari pos 3 ke pos 4
perjalanan selanjutnya adalah antara pos 3 ke pos 4 memiliki karakateristik tanjakan yang lebih banyak dari pos sebelumnya, apalagi start dari pos 3 langsung menanjak cukup miring, membuat kami sempat berhenti tiap satu sampai 2 langkah. jarak pos 3 ke pos 4 membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan pendakian seperti kami yang banyak berhenti.:D. vegetasi pada perjalanan dari pos 3 ke pos 4 di dominasi rumput-rumput gajah gunung, dan sedikit tanaman perdu. dengan banyak pohon ambruk melintang di jalan memaksa kami untuk menundukkan kepala maupun sedikit memanjat untuk menghindari halangan. karena pos 3 ke pos 4 melewati satu bukit dengan melipir di pinggir bukit. dan ketika sudah melewati bukit, kita dapat melihat pemandangan menakjubkan di bawah, ranu kumbolo. tempat peristirahatan malam ini. membutuhkan istirahat karena selain kelelahan juga untuk naturalisasi (proses adaptasi dengan lingkungan).

Ranu kumbolo terlihat dari pos 3 menuju pos 4

Pos 4 bersama pendaki dari surabaya
dalam perjalanan pos 4 menuju ranu kumbolo jalan mulai menurun karena ranukumbolo merupakan ceruk diantara beberapa bukit dengan danau dari resapan dan aliran air di sekitar nya. perkiraan saya, angin dari bukit akan datang dan terperangkap di ranu kumbolo, ditambah dengan danau, secara otomatis menambah hawa dingin dan berangin. sayang sekali tidak dapat mengabadikan suhu ruangan di sekitar ranu kumbolo, termometer yang rencana saya pakai ternyata tertinggal di kos.




14.00

inilah danau yang menjadi primadona di jalur pendakian TNBTS, sebuah danau di kelilingi bukit yang selalu menjadi tempat bermalam bagi para pendaki, ada yang akan melanjutkan perjalanan, atau ada yang cuma camping dan balik lagi. suasana danau, vegetasinya dan bukit mengelilinginya menjadi pesona tersendiri. i love indonesia. :D
Ranu kumbolo terlihat dari pos 4
Rencana pada mulanya kita camp di kalimati sepertinya tidak mungkin terlaksana, melihat kondisi fisik kawan-kawan sudah mulai lelah. akhirnya di putuskan untuk camp di ranukumbolo. Setelah sampai di ranukumbolo kami segera mendirikan tenda karena jika terlalu sore dan terlalu banyak istirahat diperkirakan kabut akan datang dan otot terlanjur kaku kedinginan. di sekitar tenda kami terdapat sekitar 5 tenda. beberapa dari rombongan ada yang hendak turun dan juga ada yang cuma camping di ranukumbolo. yang saya tau ada rombongan dari bandung dan dari solo yang akan berangkat ke kalimati tujuan puncak.

Tampak kabut mulai turun

kami mulai pembagian tugas, seperti juned dan wismu menyiapkan tenda, saya membuka tas untuk membuka apa yang bisa di masak, serta mbak je juga menyiapkan kompor menjadi koki di perjalanan ini. di ranukumbolo terdapat tiga nisan orang hilang. dan kata rombongan lain, di kalimati menuju puncak terdapat banyak nisan orang hilang. tidak lupa kami melaksanakan sholat dengan menjamak dhuhur ashar. dan di lanjut maghrib dan isya.setelah itu kami tidur. di malam hari suasana sangat dingin, walau sudah memakai tenda dan tidur dengan sleepingbag, dingin tetap masuk membuat kebas tangan dan kaki. sementara beberapa pendaki baru tiba malam hari untuk istirahat di ranukumbolo.

05.00 Minggu 22 Oktober 2012 

jam 5 pagi kami telah bangun (berusaha bangun) di tengah dinginya ranukumbolo, tidak berbeda dengan semalam.sangat dingin. pagi ini mulai aktifitas untuk sholat shubuh dan segera menyalakan kompor untuk memasak dan menghangatkan diri. untuk wudlu saja sepertinya perlu memasak air biar sedikit hangat, dan baru tahu, kalau kita hanya membawa 1 tabung gas saja, benar-benar bahaya. fiuh, terpaksa harus menghemat bahan bakar, beruntung dalam hati saya menyiapkan kompor parafin dan kompor trangia spirtus buatan sendiri. 
Menunggu matahari terbit di tengah bukit danau ranukumbolo
ternyata semalam banyak juga pendaki yang baru datang di r`nu kumbolo ini. yang tadinya cuma ber lima, mungkin sekarang sekitar 15an tenda berdiri di sekitar 2 tenda kami. menu pagi ini begitu istimewa dan membuat lapar, dengan nasi sayur dan sarden, membuat perut kenyang dan hangat seketika setelah semalaman lapar di serang hawa dingin. hari ini benar benar luar biasa.


Suasana camp ranu kumbolo, terlihat tanjakan cinta
setelah selesai, persiapan packing pun di mulai target kita berangkat jam 09.00 agar bisa lebih awal sampai di pos peristirahatan terakhir kalimati sebelum summit ke puncak. dari beberapa kawan yang dari bandung dan solo dengan cepat packing dan berangkat mendahului kami, karena mereka akan camp bukan di kalimati melainkan di arcopodo, arcopodo sebenarya adalah tempat terakhir setelah kalimati, batas terakhir vegetasi dan pasir puncak semeru. arcopodo merupakan patung kembar gerbang menuju puncak, katanya kalau berhasil melihat patung brarti istimewa. karena sejak tahun 1990an patung tersebut tidak ada yang bisa melihatnya. menurut sumber informasi memang dulu jalur pendakian lewat arcopodo (patung kembar tersebut) akan tetapi sekarang jalur pendakian dialihkan beberapa ratus meter agar patung bersejarah tersebut tidak rusak karena ulah usil oknum pendaki tidak bertanggung jawab. ya wajar kalau tidak bisa melihat :D.




Tim dengan packingnya siap ke kalimati dari ranukumbolo
para pejuang puncak akan segera berangkat. dan sebelum berangkat pose dulu. :D

capek nulisnya, to be continued dulu :D 

 next chapter :
- perjalanan tanjakan cinta
- melewati padang bunga lavender oro-oro ombo
- menapaki cemoro kandang dan gunung jambangan
- camp di kalimati
- fight summit puncak
- lewat arcopodo
- tragedi puncak
- turun dengan senyuman :)

 mungkin ada yang belum baca :

14 comments:

  1. aduuh...rasanya nyeseeeekk banget liat foto2nya. apalagi yg di Ranukumbolo, ngejleb! -___-

    *nanti, saya juga harus kesana...harus! *bertekad

    ReplyDelete
    Replies
    1. janngan lupa bawa kamera, tiap moment, tiap perjalanan tiap pergantian jalan, selalu menakjubkan :D

      Delete
    2. jangan lupa bawa madu....
      sangat berguna....
      nex trip ng ndi chank.....

      Delete
    3. hoho...kalo itu mah emang wajib terus dibawa masbro :D

      Delete
    4. @rizki : beuh baru nyadar komenmu broo,, udah kemana2, next ke gede ah :D, ikut ki

      @cklk: haha iya mbak :D

      Delete
  2. kondisi semeru tdk banyak berubah dari tahun2 sebelumnya..menarik, krn penulis hafal betul nama2 tempat..memperjelas cerita saya..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemana lagi nih? wah belum pernah satu perjalanan ini.

      Delete
  3. asiiik, jalan2 juga :D

    danau ranukumbolonya, baguuuus..

    ReplyDelete
  4. ihhh

    kak genta ga ngajak ngajak ihhhhh :D

    sangar!! belum kesampaian keinginan yang ini.. mahameru!

    ReplyDelete
  5. dari dulu pengen banget kesini, tapi smpai skarnag belum juga kesampaian. mungkin tahun dean. Amin

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya.